|
![]()
![]() Saturday, November 12, 2005
Jika Layla Menjemputmu
Apa yang kau lakukan jika layla datang menjemputmu
Dimana kau belum lagi terasah dengan kerasnya hari Masih merangkum bunga-bunga menjadi untaian makna Sedang bibirmu sudah kelu dalam berucap Layla kadang pun cemas menantimu Mencoba menjawab keluh kesahmu dengan air matanya Membelaimu dengan senyumnya Tapi... Mengapa kau kerap meninggalkan layla dengan terjaga Sedang layla mengharap kau memasuki malam-malamnya Bagi layla, kekagumanmu pada keindahannya tak cukup Layla ingin kau selalu hadir dalam setiap desahan nafasnya Membantu menghidupi malam-malam layla dengan sentuhanmu Hingga layla bersedia menyingkapkan segala misteri keindahannya Rabu, 29-Sep-05 (13.04 wib) digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Friday, November 11, 2005
Kunang - Kunang Senja dan Seribu Cahaya
![]() Kunang-kunang senja datang Ketika petang beranjak malam Ia terbang kesana kemari mencari cahaya Walaupun langit gelap, Kunang-kunang tak takut Ia terus terbang Mencari cahaya Dalam gulita... Kunang-kunang dapati seberkas cahaya Lalu... Kunang-kunang temui cahaya itu Cahaya makin besar Sinari kunang-kunang Tiba-tiba... Angin kencang datang berhembus Cahaya padam Langitpun kembali kelam Kunang-kunang sedih Tapi kunang-kunang tak takut Sebab... Ia yakin sebelum pagi Akan dapati kembali seribu cahaya 3-September-2005 digurat oleh iqbal | 1 Tanggapan Ketika tak lagi
Ketika tak lagi...
Diri terus mencari Ketika tak lagi... Angin membawa harumnya kembali Ketika tak lagi... Purnama menyerikan lagi Ketika tak lagi... Langit menggantung penuh harap Dengan hari-hari yang penuh dusta dan kepalsuan Cukupkah bila kukatupkan semuanya Untuk sampai kepadamu? Ketika tak lagi... -10-08-2005- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan JILBAB
![]() Ini bukan sekadar hiasan pelengkap diri Ataupun karna ingin dipuji Tapi inilah jati diri kami Sebagai muslimah sejati Tapi dibatas kami berdiri Tak lagi kami temui Kesucian diri Semuanya sudah terpungkiri Yang tinggal hanyalah hati yang mati Bersama simbol-simbol yang kian tak berarti Tangispun tak cukup bagi kami tuk kembali Sebab dosa tak bisa kau tebus dengan airmata... 5 Juli 2005 digurat oleh iqbal | 1 Tanggapan Mengikat Kesendirian
Dalam mengikat-ikat kesendirian ini
Aku berhutang pada satu keutuhan Dimana tak lagi kuletakkanmentari di meja kamarku, karna kubiarkan ia bersinar cemerlang diatas sana Dalam mengikat-ikat kesendirian ini Akupun tak membawa rembulan pulang kehadapanku Kubiarkan juga ia kemilau diatas sana Dalam mengikat-ikat kesendirian ini Akupun juga tiada berteman Sepi yang biasanya hadir juga tiada Hingga waktu-waktu yang berjalan, bagai irama tanpa suara Hanya kedunguan yang senantiasa hadir dalam masa Menggeliat penuh tanya Mencoba memanggil impi jiwa Tapi dengan mengikat-ikat kesendirian ini membuatku yakin Kelak aku akan datang dengan penuh keutuhan -21 Juli 2005 (00.12 wib)- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Hujan
![]() Jangan katakan hari hujan jika kau belum basah dengankehangatannya Biarkan ia membelaimu perlahan... memasuki setiap pori ditubuhmu Jangan katakan hari hujan jika kau belum pernah bersamanya menuju puncak kehangatan Biarkan ia menelanjangimu perlahan... membakar gairah yang pernah singgah Jangan katakan ia kan pergi jika kau belum lagi mencarinya dengan kehangatan Biarkan ia memasukimu perlahan... mencairkan kebekuan yang ada Lalu... Jangan katakan senja kan menua jika kau belum luruh bersamanya Kemudian... Datanglah kepadanya dalam suka cita Selasa, 14-Juni-2005, 12.34 Wib digurat oleh iqbal | 1 Tanggapan Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan
![]() Pagi tadi kulihat ia tersenyum memancarkan cinta Menghiasi putik-putik jiwa yang lelah Membangunkan asa yang hampir punah Malam ini kembali ku bertarung dengan keheningan Ketika semua orang sibuk tuk bersiap pulang Aku masih duduk disini menunggu sepi Hanya keheningan yang kian sunyi Tubuhpun telah penat dalam mencari Tapi hadirnya tak kunjung... Entah kapan akan bersua Membangun cipta yang purnama Jum'at, 10-06-2005, 00.03 wib digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Thursday, November 10, 2005
Laki-laki Yang Merangkul Malam
![]() Sudah... biarkan saja malam Tak perlu lagi pagi Buat apa menungu-nunggu pagi Jika malam saja sudah memberi Sudah... biarkan saja malam Ku ingin terus bermimpi Mendekap kelamnya hari Mengejar sisa waktu yang pergi Sudah... biarkan saja malam Resah pun ada kian meradang Pagi hanya menawarkan kebohongan Menciptakan ribuan kepenatan Sudah... biarkan saja malam Hadirmu menambah arti Memberi rasa tiada terperi Membasuh jiwa yang kerap mati SUDAH...BIARKAN SAJA MALAM 8-6-2005 Labels: laki-laki yang merangkul malam digurat oleh iqbal | 2 Tanggapan Yang Berdiri Diatas Dosa
Kemarin...
Laki-laki yang berdiri diatas dosa pergi... Tinggalkan sgala kenangan Kemudian... Hanyut dalam euphoria Sambil... Berdendang lagu sunyi penuh cerita -12 Mei 2003- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Sekali Ini Saja
Tuhan...
Sekali ini saja Izinkan aku Mengecup lembut hatinya Biarkan kami bersama-sama Memendam rindu Menuju Engkau -5 Mei 2003- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Sekuntum Mawar di Gurun Gersang
![]() Jejak hatiku sudah pada masa Tak butuh purnama Tak perlu renjana Hanya kemudian lantas tiba Mengisi rongga dada dikeheningan jiwa Membakar asa menyulut gelora Tatkala bersua mawar nan bermahkota Tetapi mawar banyak berduri Dan ada kumbang lain mengiringi Namun mawar tak peduli Ia tetap berseri Meski banyak kumbang tlah mati Mawarpun kian bersemi, meski terik melanda negri Tunggui kumbang pelindung diri Kumbangpun terus meratap Menunggu mawar singkirkan duri Menanti hujan sirami hati Moga kumbang tak patah sayap dan taklah penat 'kan menatap Hingga mawar membuka hati Silahkan kumbang masuki diri -18 November 2002 (Selepas Berbuka)- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Wednesday, November 09, 2005
Senandung kekasih belum usai
Senandung kekasih belum usai
Gita suaranya masih terngiang direlung hati Seperti berpuluh-puluh malam yang lalu Biar 'ku jemu Biar 'ku penat kutunggu, tetap kutunggu Meski ia tak kunjung hadir Hatiku telah penuh dengan seribu sesak Tertusuk dahan-dahan yang belum lagi berdaun Aku hanya bisa menangis dalam kelabu, Tak tertara pedih karnanya Mawar putih pemberianmu pun gemetar menahan rindu Kekasih... Senandungkanlah kembali bait-bait cintamu Meski telingaku telah tuli Meski mataku buram sudah Kan kususun itu menjadi dermaga jiwa Tempat kita nanti menumpahkan rindu -Juni 2002- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Tuesday, November 08, 2005
Bunda 2
Ah...alangkah senangnya mereka
Yang masih dapat bercengkrama dengan Bundanya Lama sudah, aku seperti kehilangan belaian kasih Ibunda Bunda... meski kita berjauhan, tak ada yang bisa menabiri kasih Bunda kepadaku Ya... Bunda Tak terkata durhaka nanda Tak tertara pedih karnanya Tak terkira, tak terkira, tak terkira Sgala jasa Bunda tercakup Tak kan sanggup bumi menutup Bunda... maafkan sgala salah nanda Ya... Robbi Sujudku pada-MU, ampunkan dosa tak terkira -21 maret 2001 (22.30)- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Bunda 1
Hening dan sunyi malam ini
Sekembalinya dari Ta'lim di Madrasah Kudapati segunung fatamorgana kehidupan selalu membayang ke depan Rindu ini semakin mencekam, Menghujam-hujam kedalam qalbu Sakit, perih, pedih, Bersangatan... Aku merindu Bunda Doakan nanda menjadi anak yang Sholeh, Agar kelak nanda bisa berdoa untuk Bunda -21 Maret 2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Indonesiaku Pilu
Aku tulis sajak ini dalam malam kelam tak berbintang
Terpaku sembari menatap langit hitam Penghuni malampun seperti enggan keluar Nyamukpun seperti bermusuh denganku malam ini O, Indonesiaku... O, Malam kelam mencekam... Yang dulu dikatakan Gemah Ripah Lohjinawi Kini hanya kegetiran mengiringi Disana-sini teriak pilu terdengar Sedang disana! Orang-orang yang mengaku sebagai wakil rakyat kian sibuk dengan kebenaran semunya Semuanya merasa paling benar, semuanya merasa paling hebat Yang hebat hanya rakyat! Karena suara rakyat adalah suara Tuhan O, Sampai kapan rakyat dijadikan obyek penguasa? -2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Ada apa dengan cinta?
Ada apa dengan cinta?
Tanya Jiwaku! Entahlah! Akupun tak tahu! Dia datang tiba-tiba, tanpa setahuku Kemudian bersemayam dalam hati Membawa segala macam keindahan dan nestapa Ngelangutkan jiwa, membakar rasa Apakah aku bisa merasakan itu? Tanya jiwaku! Kujawab, "Tentu wahai jiwaku!" Tetapi yang kau rasakan kini Tinggal cinta yang berbalut nestapa dan bersulam duka -22 Juli 2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Entah
Oh... Cakrawala senja
Berikan padaku sejumput harapan Tuk persuaan kembali dengan dia Pabila tlah! Antarkan aku kembali Tuk sekadar istirah Selaksa kerinduaan senantiasa hadir dan Bersemayam dalam kalbuku Entah apa ini?Begitu Bergelora dalam jiwa Yang setiap saat membuncah-buncah Jikalau aku berdekat denganmu Inikah cinta? Entah? -9 Juni 2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Di akhir sebuah bayang
![]() Di akhir sebuah bayang kutemui rahasia yang terpendam Bersama segumpal kenangan yang kian merobek hati Tak ada lagi janji yang 'kan terucap Di akhir sebuah bayang Perlahan kucumbu sepi Kumaki kerinduan Tak ada lagi janji yang 'kan tertancap Saat ini... Kucoba tuk menelan semua masa lalu Kugapai hari esok yang mungkin juga kelam Sambil mengharap kau tak kan datang kembali -30 Mei 2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Sepenggal Harapan
Aku terjerambab dalam nafsu angkara murka
Yang membuat sanubariku hitam pekat laksana jelaga Yang membuatku jatuh kedalam kenistaan Berapa lamakah lagi aku hanyut dalam kekotoran ini? Akankah ku jemu dengan segala kebusukan ini Baru saja kemarin kurasakan, aku sangat dekat dengan cinta-Nya Tapi kini bagai terpisahkan surga dan neraka Aku rindu bersangatan... Rindu kepada cinta-Nya Kepada belaian kasih-Nya Apa yang harus kulakukan tuk perjuangkan kembali cinta-Nya Mencapai ekstase seperti dulu kala Aku letih bersangatan... Letih dari segala kebohongan ini Mungkinkah masih tersedia harapan untukku? -Tanpa Penanda Waktu, diawal 2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Menuju Gilang-gemilangnya Cinta
Tahukah kau hai perempuan?
Betapa dahulu Adam terperosok dalam nafsu Itu semua karnamu... Tahukah kau hai perempuan? Betapa Hawa dicinta Adam! Betapa Delilah dicinta Samson! Betapa Layla dicinta Qais! Betapa Juliet dicinta Romeo! Dan Betapa kini aku mencintamu Kutak ingin cinta sekejapan mata Kutak ingin cinta sesaat saja Aku ingin kau selalu hadir dalam setiap centang-perentang hidupku... Menuju gilang-gemilangnya cinta -2001- digurat oleh iqbal | 1 Tanggapan Menjemput Asa
Meniti embun, menanti bangkitnya hari depan
Ketika sang surya masih mengintip dalam dekapan kasih langit Sambutlah lembutnya fajar dengan secercah senyum dan kerlingan indah dari kedua matamu Senandungkan untukku lagu insan bercinta Agar damai hati ini... Kubawakan untukmu setangkai mawar harapan Kan kusematkan pada telinga zaman Mari bersama... Kita rengkuh dayung kehampaan Arungi samudera luas tak bertepi Menuju pulau kasih surgawi -2001- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan Muara Cinta
![]() Tanpa awal dan tiada akhir Yang menjadikan segalanya Tanpa dimensi ruang dan waktu Tempat orang pergi menumpahkan Cinta... Menjadi tujuan untuk berjumpa Melalui penantian panjang, Berteman kesunyian dan penderitaan -2000- digurat oleh iqbal | 0 Tanggapan |